عَنْ يَحْيَى بْنِ رَاشِدٍ قَالَ جَلَسْنَا
لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَخَرَجَ إِلَيْنَا فَجَلَسَ فَقَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ
حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُونَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَدْ ضَادَّ
اللَّهَ وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي
سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا
لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ
مِمَّا قَالَ
3597.
Dari Yahya bin Rasyid, dia berkata: Kami bertamu di rumah Abdullah bin
Umar, sebentar kemudian dia keluar untuk menemui kami dan duduk bersama,
lalu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa
memberikan pertolongan diluar batas aturan Allah, berarti dia telah
melawan Allah. Barangsiapa memperjuangkan suatu kebatilan sedangkan dia
tahu itu adalah perbuatan batil, maka Allah akan selalu murka kepadanya,
kecuali dia berhenti melakukanya. Barangsiapa menuduh tanpa bukti
tentang suatu perkara kepada seorang mukmin, maka Allah akan
menceburkannya ke dalam Radghat Al Khibal (neraka), kecuali dia mencabut
kembali perkataannya tersebut'. "(Shahih) (Ash-Shahihah; 438)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar