عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّلْحُ جَائِزٌ
بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ زَادَ أَحْمَدُ إِلَّا صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا
أَوْ حَرَّمَ حَلَالًا وَزَادَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ وَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى
شُرُوطِهِمْ
3594. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Perdamaian
antara kaum muslim dibolehkan, kecuali perdamaian yang menghalalkan
perkara yang haram dan perdamaian yang mengharamkan perkara yang halal. "
Dalam
salah satu tambahan: Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang Islam harus
bersikap sesuai dengan syarat-syarat (yang mereka sepakati). " {Hasan Shahih) Al Irwa' 1303
أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ
تَقَاضَى ابْنَ أَبِي حَدْرَدٍ دَيْنًا كَانَ عَلَيْهِ فِي عَهْدِ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَارْتَفَعَتْ
أَصْوَاتُهُمَا حَتَّى سَمِعَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي بَيْتِهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِمَا رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَشَفَ سِجْفَ
حُجْرَتِهِ وَنَادَى كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ فَقَالَ يَا كَعْبُ فَقَالَ
لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَشَارَ لَهُ بِيَدِهِ أَنْ ضَعْ
الشَّطْرَ مِنْ دَيْنِكَ قَالَ كَعْبٌ قَدْ فَعَلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُمْ فَاقْضِهِ
3595.
Dari Ka'ab bin Malik: Pada zaman Rasulullah ia menagih utang kepada
Ibnu Abu Hadrad di masjid. Lalu suara mereka berdua menjadi keras hingga
terdengar oleh Rasulullah SAW yang sedang berada di rumahnya.
Rasulullah SAW lalu menghimpit keduanya sampai membuka tabir kamarnya.
Beliau memanggil Ka'ab bin Malik, "Wahai Ka'ab!" Ka'ab berkata, "Siap
sedia, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW lalu mengisyaratkan dengan
tangannya agar ia membebaskan separuh piutangnya. Ka'ab berkata, "Aku
telah melakukannya wahai Rasulullah!" Rasulullah SAW kemudian berkata
(kepada Ibnu Abu Hadrad), "Berdirilah lalu bayarlahl" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar