عَنْ الشَّعْبِيِّ أَنَّ
رَجُلًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ بِدَقُوقَاءَ هَذِهِ
وَلَمْ يَجِدْ أَحَدًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُشْهِدُهُ عَلَى وَصِيَّتِهِ
فَأَشْهَدَ رَجُلَيْنِ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَقَدِمَا الْكُوفَةَ
فَأَتَيَا أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ فَأَخْبَرَاهُ وَقَدِمَا
بِتَرِكَتِهِ وَوَصِيَّتِهِ فَقَالَ الْأَشْعَرِيُّ هَذَا أَمْرٌ لَمْ
يَكُنْ بَعْدَ الَّذِي كَانَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَحْلَفَهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ بِاللَّهِ مَا خَانَا
وَلَا كَذَبَا وَلَا بَدَّلَا وَلَا كَتَمَا وَلَا غَيَّرَا وَإِنَّهَا
لَوَصِيَّةُ الرَّجُلِ وَتَرِكَتُهُ فَأَمْضَى شَهَادَتَهُمَا
3605.
Dari Asy-Sya'bi, dia berkata: Di antara kaum muslim ada yang meninggal
dunia di negeri Daquqa'- di negeri tersebut tidak ada seorang pun kaum
muslim yang menyaksikan (bisa bersaksi) atas wasiatnya. Oleh karena itu,
didatangkan dua orang saksi dari Ahli Kitab. Mereka berdua lalu datang
ke Kufah dan menemui Abu Musa Al Asy'ari untuk menceritakan hal itu
sekaligus memberikan harta warisan dan wasiat tersebut. Abu Musa Al
Asy'ari lalu berkata, "Masalah ini belum pernah ada pada masa Rasulullah
SAW."
Kemudian
setelah waktu Ashar, Abu Musa Al Asy'ari mengambil sumpah mereka berdua
atas nama Allah; mereka berjanji tidak akan berkhianat, tidak
berbohong, tidak mengganti, tidak menyembunyikan (sesuatupun dari wasiat
dan harta warisan tersebut), dan tidak merubahnya; bahwa sesungguhnya
itu benar-benar harta warisan dan wasiat orang tersebut. Abu Musa lalu
menandatanganinya (mengesahkan sumpah mereka berdua). (Shahih) jika perawi yang bernama As-Sya'bi ini benar-benar mendengar hadits tersebut dari Abu Musa Al Asy'ari.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ خَرَجَ
رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَهْمٍ مَعَ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ وَعُدَيِّ بْنِ
بَدَّاءٍ فَمَاتَ السَّهْمِيُّ بِأَرْضٍ لَيْسَ بِهَا مُسْلِمٌ فَلَمَّا
قَدِمَا بِتَرِكَتِهِ فَقَدُوا جَامَ فِضَّةٍ مُخَوَّصًا بِالذَّهَبِ
فَأَحْلَفَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ
وُجِدَ الْجَامُ بِمَكَّةَ فَقَالُوا اشْتَرَيْنَاهُ مِنْ تَمِيمٍ
وَعُدَيٍّ فَقَامَ رَجُلَانِ مِنْ أَوْلِيَاءِ السَّهْمِيِّ فَحَلَفَا
لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَإِنَّ الْجَامَ
لِصَاحِبِهِمْ قَالَ فَنَزَلَتْ فِيهِمْ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمْ الْمَوْتُ } الْآيَةَ
3606.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Seseorang dari Bani Sahm (As-Sahmi) pergi
bersama Tamim Ad-Dari dan Uday bin Badda'. Tidak berapa lama As-Sahmi
meninggal dunia dalam perjalanan ke suatu daerah yang penduduknya
non-muslim. Ketika mereka berdua (Tamim Ad-Dari dan Uday bin Badda')
datang dengan membawa barang-barang peninggalan As-Sahm, tiba-tiba
mereka merasa kehilangan sebuah gelas besar dari perak yang dipoles
dengan emas yang digunakan untuk minuman. Rasulullah mengambil sumpah
mereka berdua.
Selang beberapa hari, gelas itu ditemukan di Makkah. Mereka (penduduk Makkah) berkata, "Kami membelinya dari Tamim dan
Uday!" Kemudian dua orang saksi dari keluarga As-Sahm bersumpah,
"Sesungguhnya kesaksian kami lebih berhak untuk (didengar) daripada
kesaksian mereka berdua. Sesungguhnya gelas tersebut memang milik mereka
(penduduk Makkah), yang sudah dibeli dari Tamim dan Uday." Kemudian
turunlah sebuah ayat di antara mereka, "Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian... " (Qs. Al Maa'idah [5]: 106) (Shahih: At-Tirmidzi) 3266