Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 29. Menahan Orang karena Utang dan Sebab Lain




عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ

قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ يُحِلُّ عِرْضُهُ يُغَلَّظُ لَهُ وَعُقُوبَتَهُ يُحْبَسُ لَهُ

3628. Dari Syarid, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Orang kaya yang menunda pelunasan utang harus dilepas kehomatannya dan diberi sanksi.'"

Ibnu Mubarak berkata, "Maksud dari dilepas kehormatannya" adalah diperlakukan secara kasar (tegas), sementara maksud diberi sanksi adalah diberi hukuman dengan ditahan. {Hasan: Ibnu Majah) 2427

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبَسَ رَجُلًا فِي تُهْمَةٍ

3630. Dari Mu'awiyah bin Haidah, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah telah menahan seseorang karena ada suatu tuduhan. (Hasan)

إِنَّهُ قَامَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ فَقَالَ جِيرَانِي بِمَا أُخِذُوا فَأَعْرَضَ عَنْهُ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلُّوا لَهُ عَنْ جِيرَانِهِ

3631. Dari Mu'awiyah bin Haidah, dia berkata: Aku menghadap Rasulullah, sementara saat itu beliau sedang berkhutbah. Aku berkata, "Dengan alasan apa engkau menahan tetangga-tetanggaku?" Tetapi ternyata Rasulullah (berpaling dua kali; tidak menanggapinya). Aku lalu berkata sesuatu, kemudian Rasulullah SAW pun bersabda, "Lepaskanlah tetangga-tetangganya." {Shahih) sanadnya

28 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 27. Bagaimanakah Kafir Dzimmi Bersumpah?


عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَعْنِي لِابْنِ صُورِيَا أُذَكِّرُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي نَجَّاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ وَأَقْطَعَكُمْ الْبَحْرَ وَظَلَّلَ عَلَيْكُمْ الْغَمَامَ وَأَنْزَلَ عَلَيْكُمْ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى وَأَنْزَلَ عَلَيْكُمْ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى أَتَجِدُونَ فِي كِتَابِكُمْ الرَّجْمَ قَالَ ذَكَّرْتَنِي بِعَظِيمٍ وَلَا يَسَعُنِي أَنْ أَكْذِبَكَ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

3626. Dari Ikrimah, dia berkata: Rasulullah SAW berkata kepadanya (Ibnu Shuriya). "Aku mengingatkan kalian dengan Allah yang telah menyelamatkan kalian dari kejaran Raja Fir'aun, membelahkan laut (untuk kalian seberangi), meneduhkan kalian dengan awan (agar tidak terkena terik matahari saat melakukan pelarian dari Fir'aun, memberikan makanan yang manis dan burung sebangsa puyuh kepada kalian, dan telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa. Apakah kalian menemukan hukum tentang Rajam dalam kitab kalian?" Dia lalu berkata, "Engkau telah mengingatkanku tentang sesuatu yang agung! Aku tidak bisa mengingkarinya ...kemudian perawi menyebutkan kelanjutan hadits. (Shahih) Ada juga dari riwayat Jabir yang akan diterangkan pada nomor 4452.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 26. Orang yang Bersumpah atas Barang yang Hilang



عَنْ الْأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ أَنَّ رَجُلًا مِنْ كِنْدَةَ وَرَجُلًا مِنْ حَضْرَمَوْتَ اخْتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَرْضٍ مِنْ الْيَمَنِ فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَرْضِي اغْتَصَبَنِيهَا أَبُو هَذَا وَهِيَ فِي يَدِهِ قَالَ هَلْ لَكَ بَيِّنَةٌ قَالَ لَا وَلَكِنْ أُحَلِّفُهُ وَاللَّهِ مَا يَعْلَمُ أَنَّهَا أَرْضِي اغْتَصَبَنِيهَا أَبُوهُ فَتَهَيَّأَ الْكِنْدِيُّ يَعْنِي لِلْيَمِينِ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

3622. Dari Al Asy'ats bin Qais, dia berkata: Seorang lelaki dari negeri Kindah dan seorang lelaki dari Hadhramaut (Yaman) mengadukan persoalan di antara mereka berdua kepada Rasulullah, yaitu mengenai sebidang tanah di negeri Yaman. Si Hadhrami berkata, "Wahai Rasulullah, tanahku ini telah dirampas oleh bapaknya orang ini, maka sekarang tanah tersebut berada dalam kekuasaannya" Rasulullah lalu bertanya, "Apakah kamu mempunyai bukti? " Si Hadhrami menjawab, "Tidak, tetapi aku berani bersumpah -demi Allah- dia tidak tahu tentang status tanah tersebut, yang dirampas bapaknya dariku," mendengar hal tersebut si Kindi pun berkenan melakukan sumpah. Perawi kemudian menyebutkan kelanjutan hadits.... (Shahih) dan telah disebutkan secara lengkap pada nomor 3245.

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ وَرَجُلٌ مِنْ كِنْدَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا غَلَبَنِي عَلَى أَرْضٍ كَانَتْ لِأَبِي فَقَالَ الْكِنْدِيُّ هِيَ أَرْضِي فِي يَدِي أَزْرَعُهَا لَيْسَ لَهُ فِيهَا حَقٌّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْحَضْرَمِيِّ أَلَكَ بَيِّنَةٌ قَالَ لَا قَالَ فَلَكَ يَمِينُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ فَاجِرٌ لَيْسَ يُبَالِي مَا حَلَفَ لَيْسَ يَتَوَرَّعُ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ لَيْسَ لَكَ مِنْهُ إِلَّا ذَلِكَ

3623. Dari Wail bin Hujr Al Hadhrami, dia berkata: Seorang lelaki dari Hadhramaut dan seorang lelaki dari Kindah menghadap Rasulullah SAW. Si Hadhrami berkata, "Wahai Rasulullah SAW, orang ini telah mengambil alih (tanpa hak) tanah milik bapakku!" Al Kindi lalu berkata, "Tanah ini milikku (sejak semula) dan aku telah menanaminya. Dia tidak punya hak sama sekali atas tanah itu!" Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada Hadhrami, "Apakah kamu mempunyai bukti?" Dia menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Kalau begitu kamu harus bersumpah." Si Kindi berkata, "Wahai Rasulullah, dia seorang penjahat, maka dia tidak akan mempedulikan sumpah yang diucapkannya dan tidak akan pernah merasa keberatan untuk melakukan dosa kecil!" Beliau pun bersabda, "Kamu tidak mempunyai bukti selain sumpah itu. " (Shahih: Muslim) dan telah disebutkan pada nomor 3245

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 25. Jika yang Tertuduh Adalah Kafir Dzimmi, Apakah Dia Berhak Bersumpah?

عَنْ الْأَشْعَثِ قَالَ كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ رَجُلٍ مِنْ الْيَهُودِ أَرْضٌ فَجَحَدَنِي فَقَدَّمْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَكَ بَيِّنَةٌ قُلْتُ لَا قَالَ لِلْيَهُودِيِّ احْلِفْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذًا يَحْلِفُ وَيَذْهَبُ بِمَالِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ { إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

3621. Dari Asy'ats, dia berkata: Suatu ketika aku dan seorang Yahudi mempunyai (join) sebidang tanah. Tetapi dia kemudian berusaha mengambil kepemilikan tanah itu (mengklaim) untuk dirinya sendiri, maka aku mengadukan hal itu kepada Rasulullah. Beliau bertanya, "Apakah kamu mempunyai bukti? Aku menjawab, "Tidak." Beliau kemudian berkata kepada si Yahudi, "Bersumpahlah," Aku berkata, "Wahai Rasulullah, apakah jika dia telah bersumpah maka dia dapat membawa lari harta bendaku?" Lalu turunlah ayat, "Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit...." (Qs. Aali 'Imraan [3]: 77) (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

24 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 23. Sumpah untuk Orang yang Tertuduh (Al Muttaham)


عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ كَتَبَ إِلَيَّ ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِالْيَمِينِ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ

3619. Dari bin Abu Mulaikah, dia berkata: Ibnu Abbas menulis sepucuk surat kepadaku —yang isinya mengatakan—, bahwa Rasulullah SAW telah menyuruh seseorang yang tertuduh untuk bersumpah. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 22. Dua Orang yang Mengakui Kepemilikan Sebuah Benda atau Harta tanpa Bisa Menunjukkan Saksi atau Bukti

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلَيْنِ اخْتَصَمَا فِي مَتَاعٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لِوَاحِدٍ مِنْهُمَا بَيِّنَةٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَهِمَا عَلَى الْيَمِينِ مَا كَانَ أَحَبَّا ذَلِكَ أَوْ كَرِهَا

3616. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Dua orang lelaki mengadukan permasalahan mereka berdua —memperebutkan sebuah benda— kepada Rasulullah, namun mereka tidak mempunyai bukti atau saksi. Rasulullah kemudian bersabda, "Undilah sumpah kalian berdua, baik kalian berdua senang maupun tidak. " (Shahih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَرِهَ الِاثْنَانِ الْيَمِينَ أَوْ اسْتَحَبَّاهَا فَلْيَسْتَهِمَا عَلَيْهَا قَالَ سَلَمَةُ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ وَقَالَ إِذَا أُكْرِهَ الِاثْنَانِ عَلَى الْيَمِينِ

3617. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Jika dua orang terpaksa bersumpah atau mereka berdua senang untuk melakukannya, maka undilah sumpahnya itu. "

Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Jika dua orang terpaksa bersumpah." {Shahih) lihat hadits sebelumnya

بِإِسْنَادِ ابْنِ مِنْهَالٍ مِثْلَهُ قَالَ فِي دَابَّةٍ وَلَيْسَ لَهُمَا بَيِّنَةٌ فَأَمَرَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْتَهِمَا عَلَى الْيَمِينِ

3618. Dari Abu Hurairah ...seperti hadits tadi. Dia (Abu Hurairah) berkata tentang masalah daabbah (binatang ternak) -sedangkan mereka berdua tidak mempunyai bukti- maka Rasulullah SAW menyuruh mereka berdua untuk mengundi sumpahnya. (Shahili) sama dengan yang sebelumnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 21. Memberikan Sumpah dan Kesaksian

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِيَمِينٍ وَشَاهِدٍ

3608. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW telah memberikan sumpah dan menjadi saksi. (Shahih: Ibnu Majah) 2370

بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ

قَالَ عَمْرٌو فِي الْحُقُوقِ

3609. Dari Ibnu Abbas ...dengan sanad dan makna yang sama (dengan hadits tadi).

Dalam suatu riwayat ada tambahan, "tentang hak kepemilikan sesuatu." {Shahih Maqthu' Al Irwa" (8/296)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ

3610. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW pernah memberi keputusan dengan sumpah dan saksi. {Shahih: Ibnu Majah) 2378

بِإِسْنَادِ أَبِي مُصْعَبٍ وَمَعْنَاهُ قَالَ سُلَيْمَانُ فَلَقِيتُ سُهَيْلًا فَسَأَلْتُهُ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ مَا أَعْرِفُهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ رَبِيعَةَ أَخْبَرَنِي بِهِ عَنْكَ قَالَ فَإِنْ كَانَ رَبِيعَةُ أَخْبَرَكَ عَنِّي فَحَدِّثْ بِهِ عَنْ رَبِيعَةَ عَنِّي

3611. Dari Abu Hurairah ...dengan sanad dan makna yang sama dengan hadits tadi.

Sulaiman (perawi) berkata, "Aku bertemu dengan Suhail (gurunya), maka aku menanyakan perihal hadits ini (kepada beliau)? Dia lalu menjawab, "Aku tidak mengetahuinya." Kemudian aku berkata, "Sesungguhnya Rabi'ah telah memberitahukan hadits tersebut darimu kepadaku!" Dia berkata, "Kalau memang dia telah memberitahukannya kepadamu dariku, maka ceritakanlah hadits tersebut dengan mengatakan, "Dari Rabi'ah dariku." {Shahih) lihatlah hadits sebelumnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 20. Jika Seorang Hakim Mengetahui Kebenaran atau Kejujuran Seorang Saksi, maka Boleh Baginya untuk Mengambil Keputusan


عَنْ عُمَارَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ أَنَّ عَمَّهُ حَدَّثَهُ وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْتَاعَ فَرَسًا مِنْ أَعْرَابِيٍّ فَاسْتَتْبَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَقْضِيَهُ ثَمَنَ فَرَسِهِ فَأَسْرَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَشْيَ وَأَبْطَأَ الْأَعْرَابِيُّ فَطَفِقَ رِجَالٌ يَعْتَرِضُونَ الْأَعْرَابِيَّ فَيُسَاوِمُونَهُ بِالْفَرَسِ وَلَا يَشْعُرُونَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْتَاعَهُ فَنَادَى الْأَعْرَابِيُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنْ كُنْتَ مُبْتَاعًا هَذَا الْفَرَسِ وَإِلَّا بِعْتُهُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ سَمِعَ نِدَاءَ الْأَعْرَابِيِّ فَقَالَ أَوْ لَيْسَ قَدْ ابْتَعْتُهُ مِنْكَ فَقَالَ الْأَعْرَابِيُّ لَا وَاللَّهِ مَا بِعْتُكَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلَى قَدْ ابْتَعْتُهُ مِنْكَ فَطَفِقَ الْأَعْرَابِيُّ يَقُولُ هَلُمَّ شَهِيدًا فَقَالَ خُزَيْمَةُ بْنُ ثَابِتٍ أَنَا أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَايَعْتَهُ فَأَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خُزَيْمَةَ فَقَالَ بِمَ تَشْهَدُ فَقَالَ بِتَصْدِيقِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهَادَةَ خُزَيْمَةَ بِشَهَادَةِ رَجُلَيْنِ

3607. Dari Umarah bin Khuzaimah, dia berkata: Pamannya telah memberitahunya —pamanya ini termasuk sahabat Nabi— bahwa Rasulullah SAW telah membeli seekor kuda dari seorang Badui, kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya mengikuti di belakang untuk mengambil uang dan membayarkan harga yang telah mereka sepakati dari kuda tersebut. Rasulullah SAW berjalan agak cepat dan terburu-buru, sedangkan si Badui sengaja memperlambat langkahnya. Ditengah perjalanan, tiba-tiba seseorang bertepuk tangan (tanda untuk memanggil seseorang) sambil menghadang si Baduwi. Orang tersebut bermaksud membeli kuda si Badui, maka dia menawar kuda tersebut, sementara orang tersebut tidak tahu (merasa) bahwa Rasulullah telah membelinya.

Si Badui itupun memanggil Rasulullah dan berkata, "Kamu jadi membeli kuda ini apa tidak? Kalau tidak aku akan menjualnya kepada orang ini" Rasulullah SAW terpaksa berdiri dan menghampiri si Badui, lalu berkata, "Bukankah aku telah membelinya darimu?" Si Badui berkata, "Demi Allah, aku belum menjualnya kepadamu!" Rasulullah SAW pun bersabda, 'Ya, (demi Allah) aku telah membelinya darimuT' Si Badui lalu bertepuk tangan (agak menantang) dan berkata, "(Kalau begitu) mana saksinya?" Khuzaimah bin Tsabit lalu bersedia memberikan kesaksiannya, dia berkata, "Aku bersaksi bahwa kamu telah menjualnya kepada Rasulullah."

Rasulullah kemudian menghampiri Khuzaimah dan bertanya, "Dengan apa kamu bersaksi?" Khuzaimah menjawab, "Dengan kejujuranmu wahai Rasulullah!" mulai saat itu Rasulullah SAW menetapkan status persaksian Khuzaimah yang sebanding dengan persaksian dua orang lelaki. (Shahih: An-Nasa'i) 4647

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 19. Persaksian dan Wasiat Kafir Dzimmi dalam Keadaan sedang Bepergian

عَنْ الشَّعْبِيِّ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ بِدَقُوقَاءَ هَذِهِ وَلَمْ يَجِدْ أَحَدًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُشْهِدُهُ عَلَى وَصِيَّتِهِ فَأَشْهَدَ رَجُلَيْنِ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَقَدِمَا الْكُوفَةَ فَأَتَيَا أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ فَأَخْبَرَاهُ وَقَدِمَا بِتَرِكَتِهِ وَوَصِيَّتِهِ فَقَالَ الْأَشْعَرِيُّ هَذَا أَمْرٌ لَمْ يَكُنْ بَعْدَ الَّذِي كَانَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَحْلَفَهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ بِاللَّهِ مَا خَانَا وَلَا كَذَبَا وَلَا بَدَّلَا وَلَا كَتَمَا وَلَا غَيَّرَا وَإِنَّهَا لَوَصِيَّةُ الرَّجُلِ وَتَرِكَتُهُ فَأَمْضَى شَهَادَتَهُمَا

3605. Dari Asy-Sya'bi, dia berkata: Di antara kaum muslim ada yang meninggal dunia di negeri Daquqa'- di negeri tersebut tidak ada seorang pun kaum muslim yang menyaksikan (bisa bersaksi) atas wasiatnya. Oleh karena itu, didatangkan dua orang saksi dari Ahli Kitab. Mereka berdua lalu datang ke Kufah dan menemui Abu Musa Al Asy'ari untuk menceritakan hal itu sekaligus memberikan harta warisan dan wasiat tersebut. Abu Musa Al Asy'ari lalu berkata, "Masalah ini belum pernah ada pada masa Rasulullah SAW."

Kemudian setelah waktu Ashar, Abu Musa Al Asy'ari mengambil sumpah mereka berdua atas nama Allah; mereka berjanji tidak akan berkhianat, tidak berbohong, tidak mengganti, tidak menyembunyikan (sesuatupun dari wasiat dan harta warisan tersebut), dan tidak merubahnya; bahwa sesungguhnya itu benar-benar harta warisan dan wasiat orang tersebut. Abu Musa lalu menandatanganinya (mengesahkan sumpah mereka berdua). (Shahih) jika perawi yang bernama As-Sya'bi ini benar-benar mendengar hadits tersebut dari Abu Musa Al Asy'ari.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَهْمٍ مَعَ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ وَعُدَيِّ بْنِ بَدَّاءٍ فَمَاتَ السَّهْمِيُّ بِأَرْضٍ لَيْسَ بِهَا مُسْلِمٌ فَلَمَّا قَدِمَا بِتَرِكَتِهِ فَقَدُوا جَامَ فِضَّةٍ مُخَوَّصًا بِالذَّهَبِ فَأَحْلَفَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ وُجِدَ الْجَامُ بِمَكَّةَ فَقَالُوا اشْتَرَيْنَاهُ مِنْ تَمِيمٍ وَعُدَيٍّ فَقَامَ رَجُلَانِ مِنْ أَوْلِيَاءِ السَّهْمِيِّ فَحَلَفَا لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَإِنَّ الْجَامَ لِصَاحِبِهِمْ قَالَ فَنَزَلَتْ فِيهِمْ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمْ الْمَوْتُ } الْآيَةَ

3606. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Seseorang dari Bani Sahm (As-Sahmi) pergi bersama Tamim Ad-Dari dan Uday bin Badda'. Tidak berapa lama As-Sahmi meninggal dunia dalam perjalanan ke suatu daerah yang penduduknya non-muslim. Ketika mereka berdua (Tamim Ad-Dari dan Uday bin Badda') datang dengan membawa barang-barang peninggalan As-Sahm, tiba-tiba mereka merasa kehilangan sebuah gelas besar dari perak yang dipoles dengan emas yang digunakan untuk minuman. Rasulullah mengambil sumpah mereka berdua.

Selang beberapa hari, gelas itu ditemukan di Makkah. Mereka (penduduk Makkah) berkata, "Kami membelinya dari Tamim dan Uday!" Kemudian dua orang saksi dari keluarga As-Sahm bersumpah, "Sesungguhnya kesaksian kami lebih berhak untuk (didengar) daripada kesaksian mereka berdua. Sesungguhnya gelas tersebut memang milik mereka (penduduk Makkah), yang sudah dibeli dari Tamim dan Uday." Kemudian turunlah sebuah ayat di antara mereka, "Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian... " (Qs. Al Maa'idah [5]: 106) (Shahih: At-Tirmidzi) 3266

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 18. Persaksian terhadap Persusuan


عُقْبَةُ بْنُ الْحَارِثِ وَحَدَّثَنِيهِ صَاحِبٌ لِي عَنْهُ وَأَنَا لِحَدِيثِ صَاحِبِي أَحْفَظُ قَالَ تَزَوَّجْتُ أُمَّ يَحْيَى بِنْتَ أَبِي إِهَابٍ فَدَخَلَتْ عَلَيْنَا امْرَأَةٌ سَوْدَاءُ فَزَعَمَتْ أَنَّهَا أَرْضَعَتْنَا جَمِيعًا فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَأَعْرَضَ عَنِّي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا لَكَاذِبَةٌ قَالَ وَمَا يُدْرِيكَ وَقَدْ قَالَتْ مَا قَالَتْ دَعْهَا عَنْكَ

3603. Dari Uqbah bin Al Harits, dia berkata: Aku sedang melangsungkan pernikahan dengan Ummu Yahya binti Abu Ihab, lalu tiba-tiba seorang perempuan berkulit hitam datang kepada kami dan mengaku telah menyusui kami berdua. Aku kemudian menghadap Rasulullah SAW untuk mengadukan persoalan ini! Beliau lalu berpaling dariku, maka aku berkata, "Wahai Rasulullah, dia telah berbohong!" Beliau pun bersabda, "Apa yang kamu tahu?! Dia telah mengatakan sesuatu yang dia ketahui, maka biarkan dia." (Shahih: Bukhari)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 17. Persaksian Pendatang atau Musafir terhadap Penduduk Asli Suatu Daerah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ بَدَوِيٍّ عَلَى صَاحِبِ قَرْيَةٍ

3602. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak diperkenankan persaksian pendatang (musafir) terhadap penduduk di suatu wilayah. " (Shahih: Ibnu Majah) 2367

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 16. Orang yang Persaksiannya Tertolak

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَدَّ شَهَادَةَ الْخَائِنِ وَالْخَائِنَةِ وَذِي الْغِمْرِ عَلَى أَخِيهِ وَرَدَّ شَهَادَةَ الْقَانِعِ لِأَهْلِ الْبَيْتِ وَأَجَازَهَا لِغَيْرِهِمْ قَالَ أَبُو دَاوُد الْغِمْرُ الْحِنَةُ وَالشَّحْنَاءُ وَالْقَانِعُ الْأَجِيرُ التَّابِعُ مِثْلُ الْأَجِيرِ الْخَاصِّ

3600. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash, dia berkata: Rasulullah SAW telah menolak persaksian dari orang yang berkhianat, orang yang mempunyai perasaan dengki terhadap saudaranya, serta Al Qani' bagi Ahlil bait. Selain mereka persaksian diterima." {Hasan'. Ibnu Majah) 2366

Abu Daud berkata, "Al ghimru adalah orang yang dengki dan suka bermusuhan."

Al Qani' disini maksudnya adalah orang khusus yang diupah oleh Ahli bait, seperti pegawai khusus atau pengawalnya.

بِإِسْنَادِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ وَلَا خَائِنَةٍ وَلَا زَانٍ وَلَا زَانِيَةٍ وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ

3601. Dari Abdullah bin Amru —dengan sanad yang sama— dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak diperbolehkan persaksian dari orang yang berkhianat, baik laki-laki maupun perempuan, tidak pula pelaku zina, baik laki-laki maupun perempuan, dan tidak pula persaksian dari orang yang mempunyai dendam kepada saudaranya." (Hasan) lihat hadits sebelumnya

15 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 14. Membantu Orang yang sedang Berseteru Padahal Dia Tidak Mengetahui Pokok Permasalahan

عَنْ يَحْيَى بْنِ رَاشِدٍ قَالَ جَلَسْنَا لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَخَرَجَ إِلَيْنَا فَجَلَسَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُونَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَدْ ضَادَّ اللَّهَ وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

3597. Dari Yahya bin Rasyid, dia berkata: Kami bertamu di rumah Abdullah bin Umar, sebentar kemudian dia keluar untuk menemui kami dan duduk bersama, lalu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa memberikan pertolongan diluar batas aturan Allah, berarti dia telah melawan Allah. Barangsiapa memperjuangkan suatu kebatilan sedangkan dia tahu itu adalah perbuatan batil, maka Allah akan selalu murka kepadanya, kecuali dia berhenti melakukanya. Barangsiapa menuduh tanpa bukti tentang suatu perkara kepada seorang mukmin, maka Allah akan menceburkannya ke dalam Radghat Al Khibal (neraka), kecuali dia mencabut kembali perkataannya tersebut'. "(Shahih) (Ash-Shahihah; 438)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 13. Persaksian




أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ الشُّهَدَاءِ الَّذِي يَأْتِي بِشَهَادَتِهِ أَوْ يُخْبِرُ بِشَهَادَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا شَكَّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ أَيَّتَهُمَا قَالَ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ مَالِكٌ الَّذِي يُخْبِرُ بِشَهَادَتِهِ وَلَا يَعْلَمُ بِهَا الَّذِي هِيَ لَهُ قَالَ الْهَمَدَانِيُّ وَيَرْفَعُهَا إِلَى السُّلْطَانِ قَالَ ابْنُ السَّرْحِ أَوْ يَأْتِي بِهَا الْإِمَامَ

3596. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidakkah kalian ingin aku beritahukan tentang sebaik-baiknya saksi? Yaitu orang yang datang untuk memberikan kesaksian -atau- memberikan kesaksian sebelum diminta." (Shahih: Muslim) sama dengannya

Malik (perawinya) berkata, "Pemberian kesaksian yang dimaksud di sini adalah orang yang memberikan kesaksian tanpa diminta, sementara orang yang disaksikannya (yang didukung dengan kesaksiannya) tidak tahu (bahwa orang tersebut memberi kesaksian)."

Ada juga riwayat yang menambahkan, "Dan persaksian itu diajukan kepada penguasa."

Ada juga riwayat yang mengatakan, "Atau kepada imam (pemimpin)."

Selasa, 03 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 12. Perdamaian



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ زَادَ أَحْمَدُ إِلَّا صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلَالًا وَزَادَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ

3594. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Perdamaian antara kaum muslim dibolehkan, kecuali perdamaian yang menghalalkan perkara yang haram dan perdamaian yang mengharamkan perkara yang halal. "

Dalam salah satu tambahan: Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang Islam harus bersikap sesuai dengan syarat-syarat (yang mereka sepakati). " {Hasan Shahih) Al Irwa' 1303

أَنَّ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ تَقَاضَى ابْنَ أَبِي حَدْرَدٍ دَيْنًا كَانَ عَلَيْهِ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمَا حَتَّى سَمِعَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي بَيْتِهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَشَفَ سِجْفَ حُجْرَتِهِ وَنَادَى كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ فَقَالَ يَا كَعْبُ فَقَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَشَارَ لَهُ بِيَدِهِ أَنْ ضَعْ الشَّطْرَ مِنْ دَيْنِكَ قَالَ كَعْبٌ قَدْ فَعَلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُمْ فَاقْضِهِ

3595. Dari Ka'ab bin Malik: Pada zaman Rasulullah ia menagih utang kepada Ibnu Abu Hadrad di masjid. Lalu suara mereka berdua menjadi keras hingga terdengar oleh Rasulullah SAW yang sedang berada di rumahnya. Rasulullah SAW lalu menghimpit keduanya sampai membuka tabir kamarnya. Beliau memanggil Ka'ab bin Malik, "Wahai Ka'ab!" Ka'ab berkata, "Siap sedia, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW lalu mengisyaratkan dengan tangannya agar ia membebaskan separuh piutangnya. Ka'ab berkata, "Aku telah melakukannya wahai Rasulullah!" Rasulullah SAW kemudian berkata (kepada Ibnu Abu Hadrad), "Berdirilah lalu bayarlahl" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

11 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 10. Menghakimi Ahli Dzimmah

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ { فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ } فَنُسِخَتْ قَالَ { فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ }

3590. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Ayat Al Qur'an, "Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka." (Qs. Al Maa'idah [5]: 42) dinasakh dengan ayat, "Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan. " (Qs. Al Maa'idah [5]: 48) (Hasan) sanadnya

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ } { وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ } الْآيَةُ قَالَ كَانَ بَنُو النَّضِيرِ إِذَا قَتَلُوا مِنْ بَنِي قُرَيْظَةَ أَدَّوْا نِصْفَ الدِّيَةِ وَإِذَا قَتَلَ بَنُو قُرَيْظَةَ مِنْ بَنِي النَّضِيرِ أَدَّوْا إِلَيْهِمْ الدِّيَةَ كَامِلَةً فَسَوَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمْ

3591. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Tatkala turun ayat: "Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka. " (Qs. Al Maa'idah [5]: 42) dan 'Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil. " (Qs. Al Ma'idaah [5]: 42) (baru ketahuan bahwa) bila Bani Nadhir membunuh orang dari Bani Quraizhah maka diwajibkan membayar separuh diyat, sedangkan bila Bani Quraizhah membunuh orang dari Bani Nadhir maka diwajibkan membayar diyat secara sempurna. Tetapi Rasulullah SAW kemudian menyamakan (kewajiban membayar diyat) antara mereka." (Hasan Shahih) sanadnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 9. Hakim yang Memutuskan dalam Keadaan Marah


عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ كَتَبَ إِلَى ابْنِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقْضِي الْحَكَمُ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ

3589. Dari Abu Bakrah: Ia menulis (surat) kepada anaknya (yang isinya): "Rasulullah SAW bersabda, 'Seorang hakim yang dalam keadaan marah tidak boleh memutuskan hukum antara dua orang (yang bersengketa)...'." (Shahih: Ibnu Majah) 2316

Shahih Muslim -Imam Muslim- Kitab Peradilan Bab 8: Tentang perbedaan pendapat antar para mujtahid


حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنِي شَبَابَةُ حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا امْرَأَتَانِ مَعَهُمَا ابْنَاهُمَا جَاءَ الذِّئْبُ فَذَهَبَ بِابْنِ إِحْدَاهُمَا فَقَالَتْ هَذِهِ لِصَاحِبَتِهَا إِنَّمَا ذَهَبَ بِابْنِكِ أَنْتِ وَقَالَتْ الْأُخْرَى إِنَّمَا ذَهَبَ بِابْنِكِ فَتَحَاكَمَتَا إِلَى دَاوُدَ فَقَضَى بِهِ لِلْكُبْرَى فَخَرَجَتَا عَلَى سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَام فَأَخْبَرَتَاهُ فَقَالَ ائْتُونِي بِالسِّكِّينِ أَشُقُّهُ بَيْنَكُمَا فَقَالَتْ الصُّغْرَى لَا يَرْحَمُكَ اللَّهُ هُوَ ابْنُهَا فَقَضَى بِهِ لِلصُّغْرَى
قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاللَّهِ إِنْ سَمِعْتُ بِالسِّكِّينِ قَطُّ إِلَّا يَوْمَئِذٍ مَا كُنَّا نَقُولُ إِلَّا الْمُدْيَةَ و حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنِي حَفْصٌ يَعْنِي ابْنَ مَيْسَرَةَ الصَّنْعَانِيَّ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ ح و حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ ابْنُ الْقَاسِمِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ جَمِيعًا عَنْ أَبِي الزِّنَادِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ مَعْنَى حَدِيثِ وَرْقَاءَ

Hadis riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه: ia berkata:Dari Nabi صلی الله عليه وسلم beliau bersabda: Ketika dua orang wanita sedang bersama anak mereka, tiba-tiba datanglah seekor serigala membawa anak salah seorang dari mereka. Lalu wanita yang satu berkata kepada yang lain: Yang dibawa lari serigala itu adalah anakmu. Yang lain mengatakan: Tidak, anakmulah yang dibawa. Lalu mereka berdua meminta keputusan kepada Nabi Dawud عليه السلام, lalu ia memutuskan untuk wanita yang lebih tua. Kemudian keluarlah keduanya menghadap Sulaiman bin Dawud عليه السلام dan menceritakan perkara itu kepadanya. Sulaiman berkata: Ambilkanlah pisau, aku akan membelahnya untuk kalian berdua. Maka berkatalah wanita yang lebih muda: Semoga Allah tidak merahmatimu (janganlah dia dipotong), ia adalah anaknya! Maka Sulaiman memutuskan untuk yang lebih muda

Hadits marfu'
Nomor: 3245

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 7. Kesalahan Seorang Hakim Dalam Memberikan Keputusan Hukum

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَإِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَأَقْضِيَ لَهُ عَلَى نَحْوِ مَا أَسْمَعُ مِنْهُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ بِشَيْءٍ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنْ النَّارِ

3583. Dari Ummu Salamah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Aku hanyalah manusia dan kalian meminta keputusan hukum persengketaan kalian kepadaku. Mungkin sebagian dari kalian mempunyai argumen yang lebih kuat daripada lawannya sehingga aku memutuskan hukum sesuai dengan argumen yang aku dengar. Barangsiapa aku beri keputusan yang menguntungkan namun merugikan orang lain, maka janganlah ia mengambil keputusan itu, karena (berarti) aku telah memberikan api dari neraka." (Shahih: IbnuMajah)2317

مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو عُثْمَانَ الشَّامِيُّ وَلَا إِخَالُنِي رَأَيْتُ شَأْمِيًّا أَفْضَلَ مِنْهُ يَعْنِي حُرَيْزَ بْنَ عُثْمَانَ

3587. Dari Muadz bin Jabal, ia berkata: Abu Utsman dari Syam memberi khabar kepadaku, dan aku tidak bingung (karena) aku telah melihat orang Syam yang lebih utama darinya. Maksudnya adalah Huraiz bin Utsman. (Shahih Maqthu')

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PERADILAN 6. Cara Mengadili

عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْيَمَنِ قَاضِيًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُرْسِلُنِي وَأَنَا حَدِيثُ السِّنِّ وَلَا عِلْمَ لِي بِالْقَضَاءِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ سَيَهْدِي قَلْبَكَ وَيُثَبِّتُ لِسَانَكَ فَإِذَا جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْكَ الْخَصْمَانِ فَلَا تَقْضِيَنَّ حَتَّى تَسْمَعَ مِنْ الْآخَرِ كَمَا سَمِعْتَ مِنْ الْأَوَّلِ فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يَتَبَيَّنَ لَكَ الْقَضَاءُ قَالَ فَمَا زِلْتُ قَاضِيًا أَوْ مَا شَكَكْتُ فِي قَضَاءٍ بَعْدُ

3582. Dari Ali, ia berkata: Rasulullah SAW mengutusku ke Yaman sebagai hakim, lalu aku berkata kepada beliau SAW, "Wahai Rasulullah, engkau mengutusku padahal aku masih muda dan tidak punya ilmu tentang peradilan?" Rasulullah SAW lalu bersabda, "Sesungguhnya Allah akan memberi petunjuk pada hatimu dan menguatkan lisanmu. Apabila di depanmu duduk dua orang yang bersengketa, maka jangan memberi keputusan sebelum mendengar penjelasan dari pihak kedua sebagaimana kamu mendengar penjelasan dari pihak pertam'. Hal itu agar keputusan hukum menjadi lebih jelas bagimu." Aku kemudian terus menjadi hakim —atau: setelah itu aku tidak ragu dalam hal peradilan." (Hasan: At-Tirmidzi) (nomor 1354)